Cara Komunikasi Yang Baik Antara Bidan Dan Pasien – Bagaimana Cara berkomunikasi yang baik menurut prosedur bagi tim medis terutama bidan? Disini adalah beberapa tips berkomunikasi sesuai prosedur yang sudah ada.

Cara Komunikasi Yang Baik Antara Bidan Dan Pasien

Cara Komunikasi Yang Baik Antara Bidan Dan Pasien

Saat Sebelum Pengobatan atau Perawatan Dilakukan

Untuk membuat rencana pengobatan, diperlukan cukup masukan informasi klinis untuk membuat suatu diagnosis yang tepat. Pastikan pasien mengerti bahwa semua pertanyaan yang diajukan digunakan untuk memberikan cara pengobatan yang terbaik bagi dirinya.

Beri kesempatan pada pasien menentukan pengobatan yang ditawarkan. Sebaliknya, pasien membutuhkan informasi tentang kondisi kesehatannya dan pilihan prosedur klinik yang akan dilakukan.

Gunakan bahasa sederhana sehingga mereka mengerti pertanyaan yang diajukan dan informasi yang telah diberikan. Petugas kesehatan harus menjelaskan informasi khusus dan penting untuk pasien.

Selama Prosedur Klinik

Selama prosedur klinik ,Perhatian dan bantuan yang diberikan oleh bidan atau petugas kesehatan dapat mengurangi kecemasan dan rasa nyeri yang dialami oleh pasien.

Dialog yang disampaikan secara lembut dan menenangkan , dapat mengalihkan fokus perhatian pasien dan rasa kurang nyaman yang sedang dialaminya.  Peran bidan dan semua petugas pelayan dalam menerapkan hal ini akan memberikan hasil yang luar biasa.

Setelah Tindakan

Tenangkan pasien dengan penjelasan tentang kondisi kesehatan dan hasil tindakan yang telah dilakukan . Setelah rasa khawatir dan kecemasan , akibat prosedur yang dihadapinya berkurang, berikan beberapa informasi baru tentang langkah perawatan dan pemantauan lanjutan.

Petunjuk Berkomunikasi Untuk Cara Komunikasi Yang Baik Antara Bidan Dan Pasien :

Cara komunikasi yang baik antara bidan dan pasien hendaknya memperhatikan petunjuk umum berikut ini :

  • Dengarkan keluhan dan ungkapan perasaan pasien, jangan memotong pembicaraan.
  • Beri kesan bahwa kita sedang mendengar dan mencoba memahami apa yang diungkapkan pasien.
  • Jawab setiap pertanyaan dengan sabar dan penuh perhatian.
  • Berikan penjelasan secara singkat , lengkap, dan mudah dimengerti. Ulangi informasi penting yang harus diketahui oleh pasien.
  • Gunakan istilah umum dan sederhana, jangan gunakan bahasa medis yang tidak dimengerti oleh pasien.
  • Tunjukkan isyarat atau komunikasi nonverbal, misalnya mendekat atau tersenyum.

Saling Percaya

Semua informasi yang diberikan oleh pasien seharusnya dapat dipertimbangkan untuk dipercayai. Dalam hal ini termasuk diantara riwayat kesehatan , alasan untuk meminta pertolongan, pelayanan yang diterima, dan keputusan untuk memilih tempat pelayanan kesehatan.

Termasuk dalam rasa saling percaya ini adalah kesepakatan untuk menjaga kerahasiaan pasien, yang dianggap tidak layak untuk diketahui oleh suami,pendamping, wali atau keluarganya, termasuk petugas kesehatan yang tidak terlibat langsung dalam penanganan pasien.

Namun, apabila apabila pasien ingin suami atau pasangannya membantu membuat keputusan , petugas kesehatan harus memberikan kemudahan untuk itu.

Privasi

Menciptakan suasana privasi merupakan salah satu bagian dari upaya menimbulkan rasa saling percaya diantara pasien dan petugas kesehatan.

Adanya rasa aman , kedekatan , dan keterbukaan akan sangat membantu terjalinnya komunikasi dan persahabatan. Hanya diperlukan sedikit penyesuain lingkungan fisik untuk memenuhi keinginan pasien agar dapat dilayani secara pribadi.

Beberapa keadaan di bawah ini, dapat dijadikan pegangan untuk mempertahankan suasana pribadi :

  • Gunakan ruang terpisah untuk berbicara secara terpisah dalam bertukar informasi.
  • Tutup pintu atau tirai pemisah pada saat pasien melepas atau berganti pakaian.
  • Atur meja ginekologi agar bagian bawah tubuh pasien tidak menghadap ke pintu.
  • Gunakan alas bokong dan kain penutup tubuh untuk melapisi dan menutup bagian tubuh pasien pada saat pemeriksaan atau melakukan tindakan.
  • Batasi jumlah orang didalam ruang pemeriksaan atau tindakan. Walaupun pasien mengijinkan , sebaiknya jumlah yang hadir harus di batasi.
  • Hindarkan diskusi tentang penyakit pasien yang sedang di rawat , baik diantara dokter, instruktur dan peserta pelatihan, maupun dengan pengunjung lainnya.

Secara garis besar petugas kesehatan yang mampu melaksanakan komunikasi positif secara efektif adalah bila bersangkutan :

  • Mampu menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pasien.
  • Menimbulkan rasa saling percaya diantara pasien dan petugas kesehatan.
  • Mampu mengenali hambatan sosio-kultural setempat.
  • Mampu menyampaikan informasi objektif , lengkap, dan jelas.
  • Mau mendengar aktif dan bertanya secara efektif dan sopan.
  • Memahami dan mampu menjelaskan berbagai aspek kesehatan.
  • Mampu mengenali keinginan pasien dan keterbatasan penolong.
  • Membuat pasien bertanya , berbicara, dan mengeluarkan pendapat.
  • Menghormati hak pasien , membantu, dan memperhatikan.

Petunjuk Teknis Berkomunikasi:

Teknik-teknik ini membantu petugas kesehatan menegakkan kejujuran , perhatian, dan hubungan kepercayaan terhadap pasien.

  • Beri salam dan perkenalkan diri anda.
  • Panggil nama pasien atau nama keluarganya.
  • Lakukan kontak mata.
  • Jaga harkat dan martabat pasien.
  • Budayakan perilaku positif.
  • Gunakan tehnik mendengar aktif, jangan menyela atau memotong pembicaraan.
  • Beri penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ringkas.
  • Jangan gunakan bahasa medis atau istilah yang sulit dipahami.
  • Tunjukkan perhatian dengan isyarat, mendekat, atau komunikasi nonverbal lainnya.

Berikut adalah Cara Komunikasi Yang Baik Antara Bidan Dan Pasien, Semoga bermanfaat, Jangan lupa Share.